Selamat datang di Sibooky — Perpustakaan Digital

Lurik, Pesona, Ragam dan Filosofi

Penulis

Penerbit

Andi Yogyakarta

ISBN

978-979-29-5104-2

Bahasa

Indonesia

Dilihat

2,675 kali

Ditambahkan

19 Apr 2022

Kategori

Sinopsis

Lurik sudah dikenal berabad-abad lalu di Jawa. Keterangan tertua mengenai lurik terdapat dalam prasasti Polengan ll tahun 877 M diterbitkan Rakai Kayuwangi yang memerintah kerajaan Mataram Hindu (851-882 M). Dalam prasasti itu disebutkan winaih kain halang pakan welah 1. Kata halang pakan yang dimaksud adalah pakan malang yaitu garis-garis melintang pada kain lurik.

Kata lurik berasal dari akar kata rik yang artinya garis atau parit yang dimaknai sebagai pagar pelindung bagi pemakainya. Di masa lalu kain lurik dipakai hampir oleh semua orang, sebagai busana sehari-hari. Untuk wanita dibuat kebaya, selendang, dan jarik (kain untuk bawahan). Untuk pria, dibuat baju, yang disebut beskap (Solo), atau surjan (Yogyakarta). Selain itu, lurik juga dibuat selendang atau jarik gendong.

Warna lurikpun memiliki makna yang mendalam tentang perenungan hidup, bukan sekadar warna estetika fashion. Misalnya, warna lurik yang mendekati abu-abu melambangkan kasih sayang dan restu raja terhadap prajurit seperti abu yang tidak dapat dibakar api.

Buku ini menuturkan secara lengkap, mulai dari sejarah pertenunan di Indonesia, makna filosofis corak-corak lurik, pembuatan lurik, hingga wisata tenun dan lurik. Buku ini juga berisi pengalaman penulis dalam menelusuri jejak lurik di beberapa tempat yang sejak dulu aktif membuat lurik seperti desa Pengkol, Sleman dan desa Betakan, Moyudan, Sleman. Termasuk juga Boro (Kulonprogo), Jati Sarono (Nanggulan), Klaten, Delanggu, Pedan, Cawas, Jepara dan Tuban

Ulasan Pembaca

Masuk untuk memberikan ulasan dan rating.

Masuk & Tulis Ulasan

Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama!